Arsip untuk Desember 22nd, 2007
Toko Gorden di Malang
Dunia Gordyn,beralamat di Jl. Raya Tlogomas Malang, menyediakan berbagai gorden dan vitrase .
Memang Dunia Gordyn hadir membantu anda merasakan relaksasi optimal dari kepenatan aktivitas harian anda
Kami telah telah berpengalaman sejak tahun 2002,
Lebih dari 800 pelanggan telah merasakan kepuasan layanan kami,
Silakan kontak kami di 0341-5448044 insyaAllah tanpa mengganggu kesibukan aktivitas anda sehari-hari, dapatkan informasi dan layanan yang anda perlukan………………
Add a comment Desember 22, 2007
Mempercantik Rumah Minimalis
Rumah minimalis sangat diminati oleh masyarakat yang serba praktis sekarang ini. Bagaimana cara memilih furniture dan aksesori yang tepat untuk rumah minimalis Anda?
Mempertahankan unsur praktis dan fungsional menjadi kunci dasar dalam mendandani rumah minimalis.
Pemilihan bahan yang tepat dapat mengentalkan konsep minimalis yang ingin dihadirkan. Furniture kaca misalnya yang dipadu dengan aluminium atau besi tempa termasuk jenis furniture yang banyak digunakan. Selain bentuknya yang simpel, perawatannya pun relatif mudah dilakukan.
Gorden pun mampu mendukung kesan yang ingin ditampilkan dalam ruangan. Dengan jenis roman blind, misalnya yang bersifat ringan sekaligus mampu memberi kesan dinamis dalam ruangan yang minimalis.
Desain dengan presisi yang tegas juga menjadi ciri khas pada arsitektur maupun furniture minimalis. Oleh karena itu, pilih meja atau kursi yang memiliki desain sederhana, sedikit, atau tanpa ornament. Dengan ornament yang minim tersebut, dapat memudahkan perawatan dan ruangan terksesan lebih lega sehingga cocok bila diterapkan pada rumah minimalis yang mungil.
Minimalis juga dapat dipadukan dengan bahan atau furniture dari warna – warna kayu seperti coklat tua atau coklat yang kemerahan.
Pemilihan warna dan corak pun harus diperlihatkan dengan cermat, di mana corak bunga-bunga atau warna-warni yang terlalu ramai kurang cocok bila dipadukan dalam rumah minimalis. Pertahankan nada warna setiap kali menambah atau mengganti aksesori dan furniture dalam satu ruangan.
Tata setiap aksesori dan furniture dengan cermat, namun usahakan agar ruangan tidak berkesan terlalu penuh karena justru dapat menegaskan kesan minimalis yang ingin diciptakan. Contohnya penataan pigura foto menggunakan pigura yang lebih besar namun dalam jumlah sedikit untuk memberi aksen dalam ruangan.
Sumber : http://exoticaria.wordpress.com
Add a comment Desember 22, 2007
Gorden, Pertimbangan Warna dan Motif
GORDEN dari segi fungsi adalah tirai atau penyekat. Untuk melindungi dari cahaya atau pandangan agar tidak menembus ruangan yang ada di baliknya. Oleh karena itu gorden dipasang pada jendela atau pintu. Bedanya dengan daun jendela atau daun pintu, gorden bersifat tidak permanen, yang kalaupun dalam keadaan tertutup, maka orang akan mendapatkan isyarat bahwa di dalam ruangan di balik gorden tersebut masih ada orang yang terjaga atau bahwa ruangan itu terawasi.
Berbeda halnya dengan daun jendela atau daun pintu, apabila sudah ditutup, maka akan memberi kesan bahwa di dalamnya orang sudah mau tidur atau mungkin ruangan tersebut tidak berpenghuni.
Karena luas bidang gorden pada umumnya seluas jendela atau pintu, maka seperti halnya dengan jendela atau pintu, yang pertama menjadi pertimbangan dalam memilih gorden adalah warna. Apakah harmonis dengan warna dasar tembok ruangan, apakah sesuai dengan warna kusen maupun warna daun jendela dan daun pintunya, dan apakah warna tersebut-secara keseluruhan-memberikan dampak psikologis seperti yang kita maui.
Dampak psikologis? Ya, karena warna memiliki potensi kuat untuk “mengganggu” pikiran kita. Misalnya, hitam adalah warna yang dianggap bisa “membunuh” warna-warna lain, kecuali putih. Warna gelap-apabila digunakan sebagai gorden-juga bisa memberi kesan lebih sempit pada ruangan, sebaliknya dengan warna terang yang ringan. Sementara warna terang yang berat bisa mencolok mata dan membuat kaget. Ada orang yang bisa merasa tertekan ketika memasuki ruangan yang didominasi warna ungu misalnya.
Tentu, pemilihan warna merupakan kemerdekaan. Orang boleh memilih ruangan dengan aksen gorden berwarna biru laut karena temboknya memiliki warna senada, dan karena warna tersebut memberikan semangat pada dirinya. Atau orang boleh merasa terpaksa harus mengecat ulang warna tembok kamar tidurnya lantaran telah jatuh cinta pada gorden berwarna pink salem yang ceria, feminin, dan memberi kesan muda-belia. Atau pria remaja mungkin lebih suka memilih gorden garis-garis putih-hitam karena cocok dengan warna tembok kamarnya yang putih dan karena itulah warna seragam kesebelasan Inggris favoritnya. Atau seorang bapak mungkin tak akan peduli dengan urusan warna gorden karena apa pun warnanya asalkan pilihan istri tercinta, maka baginya adalah sempurna adanya.
Pertimbangan yang kedua adalah bahan. Ada berbagai macam kain gorden dengan bahan yang berbeda di toko. Banyak yang menggunakan kain berserat sintetis, ada yang tebal, dan ada yang tipis. Ada yang bermotif, ada yang polos. Juga dengan berbagai macam warna dasar. Pilihan lainnya adalah gorden dari bahan tenun, yang akhir-akhir ini juga digemari.
Ada orang yang suka memasang gorden rangkap, satu helai gorden dasar dengan satu helai gorden rangkapan berupa kain tile tipis yang tembus pandang samar-samar, seperti kelambu. Tetapi, ini biasanya untuk jendela kaca yang luas. Untuk pintu dan jendela kecil akan terkesan berlebih-lebihan bila menggunakan gorden rangkap.
Tetapi, gorden tak harus berupa lembaran kain yang digantung dan jatuhnya agak “berat” agar tak mudah diterbangkan angin. Bisa pula gorden dibuat dari bahan alami, seperti kerai bambu, kerai rotan, bahkan anyaman akar wangi atau kain goni, atau bahkan dari lidi yang dianyam dengan benang menyerupai lembaran. Bahan-bahan seperti ini memberikan kesan hangat dan ramah justru karena sifatnya yang alamiah, sederhana, dan akrab dengan kehidupan. Bandingkanlah, misalnya, tirai yang terbuat dari susunan bilah-bilah plastik seperti yang banyak digunakan ruang perkantoran. Kesannya formal dan seolah bisa memengaruhi orang-orang di sekitarnya agar tetap bersikap saling menjaga jarak.
Pada prinsipnya, pada gorden aksen estetikanya menyatu dengan fungsinya. Selain sebagai tirai, ia juga diharapkan mampu menghidupkan ruangan, serta membuat orang yang memandangnya merasa lega dan terbebas dari impitan persoalan. Karena itu, warna dan motif menjadi lebih penting. Seperti halnya warna. Motif juga memberikan dampak psikologis. Ada motif berat dan ada motif ringan. Artinya, ada motif-motif tertentu yang bisa membuat kita makin lelah dan ada motif-motif yang membuat hati terasa ringan.
Dan pertimbangan seperti ini bisa sama sekali tak membutuhkan biaya apabila kita bisa memanfaatkan barang yang telah ada.
Nusya K Pemerhati Rumah
Sumber : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0504/29/rumah/1714032.htm
Add a comment Desember 22, 2007
Desain Kamar Tidur (Bedroom)
Kamar tidur merupakan ruangan yang paling didesain dibandingkan dengan ruangan-ruangan lainnya. Banyak orang percaya bahwa kamar tidur harus penuh dengan ketenangan dan nyaman. Warna-warna yang terlalu terang tidak direkomendasikan sebab warna-warna yang terlalu terang tidak memberikan kesan yang menenangkan. Warna-warna yang paling cocok untuk kamar tidur lebih cenderung ke warna-warna yang lebih netral dan hangat.
Langkah pertama untuk mendekorasi kamar tidur, pilih warna kamar yang diinginkan. Jangan lupa untuk memilih warna yang lebih menenangkan. Setelah memutuskan warnanya, Anda harus siap untuk memilih furnitur yang cocok dengan keinginan dan sesuai dengan temanya. Untuk mendekorasi dinding kamar tidur, Anda bisa memilih foto atau lukisan yang ukuran besar untuk menghasilkan suasana yang unik. Selain memamerkan foto atau lukisan, Anda juga bisa mendekorasi kamar dinding dengan menggunakan wallpaper yang bermotif untuk menambahkan kesan mewah.
Setelah memutuskan warna dan dekorasi dinding, yang anda harus perhatikan adalah lantai. Secara umum jangan memilih bahan seperti ubin granit atau marmer. Itu karena anda tidak ingin bangun dari tidur dengan kaki menyentuh lantai yang dingin sekali. Bahan yang sering digunakan zaman sekarang adalah parquet, kayu atau karpet. Karpet memberikan kesan lebih hangat dan lembut. Karpet juga bisa menjadikan suasana dalam kamar tidur merasa lebih nyaman. Lantai berbahan kayu kini menjadi semakin popular untuk menjadi bahan untuk kamar tidur. Selain daripada lebih gampang dirawat, lantai kayu juga lebih murah dan mempunyai lebih pilihan warna.
Memilih warna gorden dan cocok dengan warna seprai bisa menambahkan kesan yang nyaman pada kamar tidur Anda. Gorden yang berwarna gelap sering digunakan untuk menghindari cahaya matahari ke dalam kamar tidur. Anda bisa menambahkan lapisan tambahan yang berwarna lebih terang untuk menutupi gorden yang berwarna gelap dan tetap bisa menghindari cahaya matahari.
Kasur merupakan furnitur yang paling penting dalam kamar tidur. Memilih kasur bukan hanya menuruti desain kasur, fungsi dan kenyamanan kasur yang cocok juga sangat penting untuk menciptakan suasana dan kesehatan yang bagus untuk Anda. Konsultasi dengan pakar atau doktor untuk menentukan kasur yang paling cocok untuk Anda.
Jika kamar tidur Anda berukuran kecil, Anda bisa menambahkan cermin di dinding atau di pintu lemari untuk menambahkan kesan lebih luas. Anda juga bisa memilih lemari baju yang menggunakan pintu dorong untuk mengatasi masalah kekurangan ruangan.
Lampu hias juga merupakan satu faktor yang penting dalam desain kamar tidur. Cahaya lampu yang berwarna kuning bisa menambahkan kesan mewah dan kehangatan pada ruang kamar tidur, malah cahaya lampu yang putih lebih cocok untuk digunakan di kamar tidur yang berkonsep minimalis. Adapun cahaya warna yang berwarna-warni lembut bisa menambahkan kesan futuristik ke kamar tidur. Menggunakan lampu sorot kecil untuk menyoroti ke furnitur seperti pintu lemari atau foto untuk menambahkan kesan mewah.
Jangan lupa bahwa Anda menghabiskan sebagian besar hidup Anda di dalam kamar tidur, dan kamar tidur juga merupakan satu ruangan yang paling pribadi untuk Anda. Menyesuaikan desain interior kamar tidur Anda dengan keinginan Anda dan memastikan kamar tidur Anda menenangkan dan nyaman.
Sumber : http://architectaria.blogspot.com
Mau pilih gordyn untuk mempercantik kamar tidur anda? Jika anda di Malang Raya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya kontak saja Dunia Gordyn di Tlogomas Kota Malang 0341-5448044
Add a comment Desember 22, 2007
Sentuhan Tata Ruang Interior
TATA ruang dan interior rumah yang monoton bisa membosankan penghuninya. Untuk itu, perlu ada penyegaran agar suasananya bisa lebih menyenangkan.
Penyegaran tersebut bisa dilakukan dengan cara memberikan sentuhan-sentuhan pada interior rumah. Ini bisa berupa penambahan perabot atau barang-barang baru, mengubah tata letak, atau menghilangkan sebagian benda yang ada.
Berikut sejumlah tip untuk memberikan sentuhan interior.
1. Penambahan aksesori tambahan pada ruang. Misalnya pada ruang keluarga, bisa ditambahkan lampu pojok. Untuk menciptakan kesan yang hangat, bisa dipilih lampu yang berwarna kuning.
Sedangkan pada kamar tidur, bisa ditambahkan lampu meja, vas bunga, atau bowl dengan aneka hiasan bunga yang dikeringkan.
Sementara sprei bisa dengan aneka warna, seperti krem, kuning, coklat, atau warna yang lain. Pada ruang makan, bisa ditambahkan aksesori berupa lampu gantung. Banyak model lampu yang bisa dipasang di ruangan ini.
2. Menata ulang furniture yang ada. Biasanya hal ini dilakukan dengan mengubah komposisi dan tata letak furniture. Misalnya mengubah orientasi. Televisi yang semula menghadap utara bisa diubah menghadap ke barat, atau arah lain.
Aksesori yang ada di ruangan rumah juga bisa diganti atau diubah komposisinya. Salah satu caranya adalah mengelompokkan aksesori berdasarkan tema-tema tertentu. Misalnya tema bunga, pemandangan alam, agama, dan sebagainya.
3. Mengubah warna ruangan. Perubahan warna pada ruangan merupakan salah satu cara memberikan sentuhan pribadi sekaligus mengurangi kebosanan. Warna-warna lembut bisa digunakan untuk ruangan tidur. Warna jenis ini bisa pula digunakan pada ruangan yang sempit.
Tujuannya untuk menciptakan kesan lebar dan lapang. Sedangkan warna-warna keras bisa digunakan untuk ruang keluarga dan ruang makan. Warna jenis ini cocok dipakai untuk ruangan yang berukuran besar agar tidak tercipta suasana yang kosong.
4. Mengubah warna gorden. Untuk menentukan warna yang tepat, bisa diambil dari warna yang paling dominan pada ruangan tersebut. Jika tidak, bisa juga dengan memilih gorden yang warnanya justru berlawanan dengan warna dominan ruang. Ini dilakukan untuk memberikan aksen tertentu pada ruangan. *yas/net
Sumber: http://www.bisnisbali.com
Add a comment Desember 22, 2007
Gorden Cantik Tak Harus Mahal
Gorden menjadi faktor penting dalam menata rumah.
Melalui gorden tercipta kehangatan dalam ruang.
Menata ruang secara keseluruhan, tentunya melibatkan kain gorden yang dapat menjadi penyemarak ruangan. Gorden bagi sebagian orang mungkin tidak begitu diperhatikan.
Ada yang berpandangan bahwa gorden hanyalah kain yang berfungsi sebagai penutup jendela atau pun pembatas ruang publik dengan ruang pribadi. Padahal, gorden adalah salah satu bagian dari interior yang bisa memberikan nuansa tersendiri di dalam rumah.
Gorden Ruang Tamu
Gorden merupakan salah satu bagian dari rumah yang penting. Fungsinya sebagai penutup jendela, namun ternyata benda ini bisa juga menjadikan peranan penting di dalam rumah Anda.
Kombinasi warna gorden yang tidak sesuai bisa membuat rumah tidak nyaman, apalagi jika warnanya bertabrakan dengan warna tembok rumah, pasti akan mengganggu pandangan orang yang melihat.
Corak dan warna gorden hendaknya merupakan gradasi warna yang tidak jauh dengan cat tembok di ruangan tersebut. Ini untuk menimbulkan keserasian dalam ruang, dan tidak menjadi fokus utama dalam sebuah ruang.
Jenis dan corak gorden harus dibedakan untuk setiap ruang. Ruang tamu misalnya, karena ruang ini biasanya memiliki akses langsung ke luar rumah, maka gorden harus dilapis, ada bagian tipis yang dapat terus dipasang sepanjang hari, dan lapisan tebal yang bisa dibuka dan diikat pada bagian sampingnya. Warna yang disarankan adalah warna yang sedikit cerah, dan berkesan berat.
Tidak Harus Mahal
Dalam memilih atau membeli gorden, pemilik rumah terkadang harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit supaya barang yang dibelinya nampak sedap dipandang.
Untuk memperoleh sebuah keindahan dan keserasian terkadang memang mahal harganya. Namun bila kita bisa jeli terhadap barang-barang yang memiliki harga miring, maka tidak perlu khawatir. Anda bisa membuat gorden terlihat indah, elegan, dan sesuai dengan karakter rumah dengan harga terjangkau atau setidaknya tak perlu terlalu dalam merogoh kantong.
Untuk memilih gorden yang sesuai dengan karakter rumah maupun yang matching dengan interior rumah, anda harus memiliki taste sesuai dengan kepribadian anda sehingga anda akan terus enjoy dengan pilihan anda.
Bahan gorden banyak jenisnya, tergantung selera pemilik. Terdapat beberapa tipe variasi gorden seperti bahan dan motif, mulai dari bahan polos tanpa motif, kembang-kembang, atau motif variasi lain seperti garis atau kotak.
Ada kain halus mirip sutra bermotif bunga warna senada dan sedikit timbul. Atau kain saten yang juga halus dengan warna-warna cerah. Atau bagi peminat yang simpel mungkin akan tertarik dengan kait berserat seperti jagung yang bermotif kotak-kotak garis atau polos.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bahan kain sisa, misalnya kain bekas sofa. Kemudian buat korden menyerupai anyaman, caranya dengan dipilah-pilah kemudian dianyam dengan kain.
Ada juga trik yang ampuh dan sangat dianjurkan untuk diterapkan yaitu dengan menjahit sambungan dari bagian belakang kain yang sudah dirangkap, sehingga dengan demikian garis-garis bekas jahitan tidak terlihat. Langkah selanjutnya yaitu dengan membuat gorden agar terlihat lebih berat (untuk memberikan kesan penuh), gunakan bahan pelapis bagian belakang dari kain vlanel, dengan begitu lekuknya terlihat indah karena tidak terlalu tipis.
Sumber http://www.tabloid-wanita-indonesia.com
Add a comment Desember 22, 2007
Nuansa Natural Kontemporer
Dewasa ini, desain interior bergaya natural kontemporer masih banyak diminati. Desain yang menampilkan kreasi pengolahan kayu dan sentuhan etnik yang kami liput dapat ini berhasil menciptakan suasana homey dan nyaman.
Rumah bukan sekadar tempat tinggal tetapi juga mencerminkan kepribadian penghuni dan merupakan wujud adaptasi terhadap lingkungannya. Hal inilah yang menjadi acuan Andy dan Lee Ann Gerred setiap kali mereka pindah tugas ke berbagai negara termasuk Indonesia. Pasangan ekspatriat asal Texas, Amerika Serikat ini memang paham dan cukup terampil dalam pengerjaan kayu. Dulu ketika tinggal di Texas, mereka sering memperbaiki furnitur baik milik orang lain maupun milik sendiri. Karena itu, mereka sangat menghargai kreativitas para pengrajin dan para desainer.
Saat pindah ke Jakarta dua tahun lalu, mereka “jatuh cinta” pada produk olahan kayu jati yang banyak terdapat di Indonesia. Menurut mereka, kayu jati selain memiliki serat yang eksotis, juga memiliki warna yang berkesan unik di samping memiliki daya tahan yang kuat. Mereka sepakat untuk menata interior rumah mereka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dengan lemari, kursi, meja, ranjang dan furnitur lain. Ornamen dekoratif kayu jati seperti panel berukir khas Jepara, bingkai cermin, dan lumpang antik juga diolah menjadi elemen penghias.
Untuk mewujudkan keinginannya, Andy dan Lee Ann mendapat inspirasi dari majalah dan buku yang dipadukan dengan pengalaman mereka sendiri serta koleksi benda seni mereka yang berasal dari berbagai negara ditata dengan manis. Mereka memadukan prinsip hunian modern dari negara barat, elemen pengisi dan elemen dekoratif khas negara timur (east meet west) atau dikenal dengan gaya eklektik. Mereka juga mendiskusikan rancangan furnitur kayu jati dan memesannya dari desainer Eliza Musnir dari Aaura Gallery.
Pemilik dan desainer mengawali tahap pekerjaannya dengan menyesuaikan fungsi dan layout rumah dua lantai seluas 660 m2 ini dengan kebutuhan. Dari lima buah kamar yang tersedia pemilik hanya memakai satu kamar tidur utama dan satu kamar tidur tamu saja karena ketiga anak mereka tinggal di Amerika Serikat. Dengan demikian, tiga buah kamar tidur anak-anaknya diubah menjadi ruangan kerja, ruangan fitness dan ruangan hobi. Selanjutnya, pemilik ingin menciptakan suasana yang nyaman dengan cara mengganti warna cat dinding ruang keluarga, sedangkan void tangga dan ruang makan dengan cokelat kekuningan yang alami.
Selain menghilangkan kesan “berat” dan monoton, warna ini berhasil memperlihatkan keindahan furnitur kayu jati dan warna off white serta warna coffee brown pada marmer penutup lantai. Tahap berikutnya adalah mengisi ruang per ruang dengan furnitur yang mudah dipindah-pindahkan dan koleksi benda seni etnik yang ditata apik. Cara ini juga berhasil menciptakan permainan tekstur, motif dan detail ornamental yang elegan. Selain itu, setiap ruangan juga memiliki orientasi, tema penataan dan tata cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan aktivitas dan suasana yang ingin dihadirkan.
Mulai dari foyer, area transisi dihias dengan karpet persia, meja konsol, cermin dan koleksi benda seni yang memberi kesan welcoming dan dilengkapi patung loro blonyo serta gong. Di ruangan tamu, sepasang sofa dua dudukan dan coffee table jati berlaci keranjang rotan tampil menarik dilengkapi dengan benda seni khas India seperti lukisan Tanjore dan saree. Kemudian diruangan dalam, kita temukan ruangan keluarga yang menyatu dengan ruangan makan dan void tangga.
Agar orientasi ruang lebih jelas, pada area duduk ditempatkan sofa berbentuk separuh lingkaran dan coffee table dengan wadah dari jati yang berbentuk bundar yang semuanya ditata menghadap ke arah tangga. Pada ruangan di bawah tangga ditempatkan seperangkat kursi dan meja makan dari jati berbentuk bundar untuk tempat sarapan pagi. Dengan pemandangan ke arah taman samping, area ini dilengkapi pula oleh beberapa lemari pajang dari jati yang memamerkan koleksi pernik etnik serta sebuah tangga bambu untuk memajang kain tenun yang cantik.
Pada area makan formal, seperangkat meja dan kursi makan dari kayu jati ditata dengan orientasi menghadap ke arah teras dan taman belakang. Hal yang unik terlihat pada sebuah lumpang antik yang diolah menjadi ornamen meja makan yang ditopang dengan bilah besi. Adapun sandaran kursi-kursi makan tersebut sengaja dipilih dengan motif hiasan yang berbeda sehingga tampil lebih menarik. Selain lemari-lemari pajang dari jati berbentuk segi empat, terdapat pula sebuah lemari untuk menyimpan botol anggur dengan bentuk menyerupai haluan perahu.
Di kamar tidur dan kamar mandi tamu, pemilik memilih elemen dekoratif bertema safari. Hal ini terlihat dari motif hewan, pohon dan dedaunan pada bedcover dan tirai penyekat bathtub, motif bulu leopard pada karpet kecil dan juga pada lukisan serta topeng kayu etnik di dinding sehingga menghadirkan suasana “petualangan” di padang rumput Afrika. Warna merah terakota pada handuk kamar mandi dan warna hitam pada kulit pelapis sofa tunggal di kamar tidur menjadi aksen di antara dominasi warna-warna coklat pada kedua ruangan ini.
Pada kamar tidur utama, sebuah ranjang dengan empat tiang dan sepasang side table tampil serasi dengan panel kayu berukir pada dinding sehingga menjadi pusat perhatian (eye catcher). Di pojok kamar, sebuah kursi cleopatra dengan bentuk berlekuk yang eksotis menjadi aksen menarik. Untuk mengimbangi warna cokelat pada kayu, soft furnishing berupa bedcover, gorden, karpet dan upholstery sofa dipilih yang berwarna coklat lumpur, hijau pupus dan peach campur hitam agar menciptakan kesan teduh dan tenang.
Terakhir, lampu-lampu downlight dan spotlight dipasang untuk menyorot keindahan ruangan dan koleksi benda seni sehingga memberi “jiwa” pada hunian. Secara keseluruhan, desain interior hunian ini berhasil menampung berbagai kebutuhan dan mengekspresikan keinginan pemilik. ( Imelda Anwar )
Sumber: http://griya-asri.com
Add a comment Desember 22, 2007
Interior yang Sesuai dengan Selera Penghuninya
Selera antara satu orang dan lainnya bisa sama, dapat pula berbeda-beda. Kalau membahas soal selera, seakan tak ada habisnya karena setiap orang punya pembenaran bahwa seleranya adalah yang terbaik. Selera muncul dalam berbagai segi kehidupan seseorang, termasuk dalam memilih mebel dan menata interior rumahnya.
Selera seseorang juga bisa berubah, apalagi bila dia mendapatkan pengetahuan atau informasi baru tentang sesuatu yang membuatnya terpana. Informasi bisa datang dari mana saja, mulai dari tetangga sampai iklan dan berbagai jenis promosi lain.
Namun, apa pun selera Anda, sebaiknya sebelum memutuskan membeli furnitur dan menata interior rumah, Anda memperhitungkan pula karakter maupun kebutuhan anggota keluarga lain yang tinggal serumah.
Imelda Akmal, arsitek dan penulis buku interior, dalam sebuah seminar mengingatkan agar karakter dan situasi keluarga menjadi pertimbangan untuk menentukan interior rumah. Dia mencontohkan, untuk rumah keluarga yang mempunyai anak balita, sebaiknya tidak memilih benda-benda interior yang mudah dijangkau anak dan gampang pecah, seperti kristal.
”Banyaknya benda-benda seperti itu justru akan membuat situasi rumah ribut terus. Anak tidak leluasa bergerak, sedangkan jantung ibu selalu deg-degan,” katanya.
Rose Mini, psikolog dari Universitas Indonesia, mengatakan, selain pilihan interior, sebenarnya banyak faktor yang memengaruhi kenyamanan rumah, di antaranya, hubungan antar-anggota keluarga, hubungan dengan tetangga, lingkungan fisik tempat tinggal, dan kesesuaian selera dengan karakteristik pribadi masing-masing.
Dia mencontohkan, ketika sebagian lantai atas rumah dibuat dari kaca polos atas permintaan sang suami, Rose sempat mengalami masa kurang menyenangkan di rumahnya sendiri.
”Saya takut lewat di atasnya, padahal kaca itu berada di pintu masuk ruang perpustakaan, ruangan favorit saya. Sementara suami saya ingin agar kaca itu tetap ada di sana. Menurut dia, kaca justru memperindah ruangan. Kemudian kami kompromi, kaca itu diberi penahan berbahan kayu untuk menimbulkan kesan kokoh. Saya jadi yakin kaca itu kuat menopang tubuh saya, sedangkan suami tetap senang karena lantainya terbuat dari kaca,” cerita Rose.
Agar tak bingung
Setelah mengetahui kebutuhan anggota keluarga, orang sering kali masih tak yakin dengan seleranya dalam menentukan interior rumah. Pemilihan interior tak mudah, di samping harganya pun relatif mahal. Pada umumnya, orang tidak bisa dengan mudah mengganti interior rumah meski dia sesungguhnya sudah bosan melihat desain mebel tersebut.
Hal ini masih ditambah lagi dengan banyaknya variasi desain mebel dan gaya interior yang ditawarkan di pasaran. Menurut Imelda, ada cara mudah untuk mengetahui selera pribadi seseorang.
”Sebelum memutuskan membeli, sering-seringlah datang dan melihat-lihat furnitur di toko-toko. Kemudian kumpulkan juga gambar-gambar interior yang Anda sukai. Selain gambar interior, untuk mengetahui selera pribadi, Anda juga bisa mengumpulkan gambar apa saja, mulai dari giwang, baju, motif kain, dan sebagainya,” kata Imelda.
Lalu, seleksilah gambar-gambar tersebut untuk menentukan mana yang benar-benar Anda sukai. Susun gambar-gambar yang dipilih dan tempel pada sebuah buku.
”Dari buku itu akan tercermin jelas selera Anda. Apakah Anda senang dengan benda-benda yang bentuknya simpel atau lebih memilih yang banyak ornamen dan pernak-perniknya,” ucap Imelda.
Bila selera sudah diketahui, Anda bisa mulai menata interior rumah yang sesuai. Di sini biasanya masuk pula sentuhan pribadi, seperti foto keluarga, sudut fungsional tetapi menyenangkan, atau benda-benda buatan sendiri.
Jika Anda mempunyai barang yang tak sesuai dengan penataan yang diinginkan, tetapi sayang membuangnya, simpan dulu. ”Penataan interior rumah perlu dilakukan ulang, misalnya satu tahun sekali. Lakukan rotasi gaya interior dengan barang-barang yang ada. Ini bisa menyegarkan suasana rumah,” ujar Imelda.
Menjadi diri sendiri
Menyesuaikan karakter pribadi tak hanya berlaku untuk interior, tetapi juga dalam mendesain rumah. Desain yang sesuai dengan karakter sangat penting karena kesesuaian itu membuat penghuni merasa menjadi diri sendiri di rumahnya. Imelda melihat banyak contoh penyimpangan antara desain rumah dan karakter pribadi pemiliknya.
”Iklan, program televisi, dan majalah banyak menyajikan tren penataan dan model rumah. Mereka seperti mendikte masyarakat. Rumah yang bagus adalah seperti yang ada di media. Akibatnya, mereka memilih rumah yang sesuai tren, bukan sesuai dengan dirinya,” kata Imelda.
Dia mencontohkan, sekitar tahun 1970 tumbuh rumah-rumah dengan pilar-pilar putih. Awalnya gejala ini muncul pada rumah-rumah besar, kemudian menular hingga rumah-rumah di dalam gang sekalipun. Sekitar akhir tahun 1980, ketika televisi swasta menayangkan opera sabun produksi negara-negara Amerika Latin yang menampilkan sofa besar dengan ukiran kayu berbentuk kepala garuda, kursi tersebut juga ditiru pembuat mebel bagi konsumen Indonesia.
”Selera orang memang bergeser, tetapi sebenarnya ini merupakan sesuatu yang diciptakan industri agar orang selalu mengikuti tren dan membeli produknya. Namun, setelah kita tinggal di sana, apakah kita merasa nyaman? Belum tentu,” ujar Imelda.(M Clara Wresti)
sumber: http://www.kompas.co.id
Add a comment Desember 22, 2007
Gaya Tata Jendela Ruang Tamu
Memiliki rumah dengan ukuran ruang tamu kecil memang gampang-gampang susah menatanya. Jika kita meletakkan terlalu banyak perabotan dan salah memilih gradasi paduan warna, maka yang akan tercipta adalah kesan sempit. Padahal dengan luas ruang yang memang kecil, sesungguhnya kita ingin memberi kesan lapang, bukan?
Well, here are some tips untuk memberikan kesan lapang bagi ruang tamu yang mungil.
Ini tentang pemilihan dan pemasangan gordyn pada jendela ruang tamu. Jika ruang tamu memiliki jendela yang tinggi maka sah-sah saja dan baik hasilnya jika memasang gordyn tumpuk. Meskipun begitu sebaiknya pilih gordyn dengan satu warna saja dan untuk menghindari kesan monoton “bermain-mainlah” dengan gradasi warna tersebut, hal ini untuk menghindari tabrak warna yang akan memberi kesan sempit. Tentang warna ini, warna-warna soft, khususnya broken white masih menjadi pilihan yang aman.
O ya, I have one more tip. Jadikan memilih dan memasang gordyn sebagai tahap akhir dalam mendekorasi setiap ruang di rumah Anda. Saat seluruh perabotan sudah selesai ditata, maka itulah saatnya memilih dan memasang gordyn, hal ini untuk memberi kesan harmoni pada keseluruhan ruang Anda.
Sumber : http://www.malkelapagading.com
Pilihan gordyn yang Anda butuhkan bisa Anda dapatkan di Dunia Gordyn Malang Jawa Timur kontak saja 0341-5448044
Add a comment Desember 22, 2007
Menyiasati Rumah Tipe Mungil
Hidup, tak kurang dan tak lebih, adalah seni berkompromi. Tak sedikit keluarga dengan dua anak tak punya pilihan lain selain menghuni rumah-rumah berukuran di bawah standar, misalnya tipe 27.
Bila merujuk pada standar minimal kebutuhan manusia Indonesia akan ruang, yaitu 9 meter persegi untuk satu orang, maka rumah tipe 27 yang artinya memiliki luas 27 meter persegi sesungguhnya diperuntukkan bagi keluarga kecil dengan anggota berjumlah maksimum tiga orang.
Namun, kondisi ekonomi sering kali memaksa warga harus berdamai dengan situasi. Maka kompromi yang perlu disepakati tentu saja adalah mencari siasat agar rumah bisa memberi kesan lebih luas sehingga terasa lebih layak untuk dihuni kendati oleh jumlah yang melebihi kapasitas. Yang bisa ditiru mungkin adalah resep bagaimana warga Tokyo mengorganisasi rumahnya.
Mengapa Jepang? Karena berabad-abad lamanya mereka harus berdamai dengan persoalan ruang, dan bukti dari kompromi yang mereka hasilkan adalah terciptanya barang-barang elektronik berukuran kecil namun kompak, seperti radio transistor, walkman, dan lain-lain yang kini telah menular pada barang-barang jenis lainnya yang lebih canggih. Ide barang kecil adalah selalu hasil kreasi orang Jepang.
Untuk rumah, resep yang bisa dicoba adalah memberinya jendela kaca yang lebar di tempat-tempat yang memungkinkan, seperti ruang tamu, kamar tidur, bahkan juga kamar mandi maupun dapur. Jendela kaca tidak hanya ditempatkan pada bagian yang membatasi ruang dengan bagian luar rumah, namun juga pada tembok yang menjadi sekat antarruang. Dengan demikian, apabila gorden disingkap, ruangan seolah akan menembus dan kemudian menyatu dengan ruangan di balik gorden. Penyatuan ruang yang seolah-olah inilah yang memberikan kesan luas dan lega.
Memindahkan ruang tamu
Ruang bersama pada rumah tipe mungil biasanya hanya ada satu. Untuk menghormati privasi keluarga, maka ruang ini bisa melulu untuk ruang keluarga, dan ruang tamu bisa dipindahkan ke beranda. Menerima tamu di beranda memang—apalagi bila beranda agak terlalu dekat dengan jalan—bisa mengurangi kenyamanan. Apabila ingin obrolan bisa berlangsung lebih santai dan hangat, ruang tamu bisa juga dipindahkan ke tempat yang lebih jauh lagi, yaitu ke kafe atau warung yang terjangkau secara jarak maupun kantong.
Di Jakarta dewasa ini, sebagaimana halnya di kota-kota kosmopolitan lainnya di dunia, banyak acara silaturahmi yang dilakukan di tempat-tempat umum, seperti di restoran, kafe, atau bahkan di taman-taman kota. Ini bukan hanya soal menyiasati jarak, tetapi terlebih-lebih adalah menyiasati ruang.
Akan halnya perabot perlengkapan rumah bisa dibuat sekompak dan seminimal mungkin. Di bawah tempat tidur dimanfaatkan sebagai kotak penyimpan barang-barang dari kain, di atas tempat tidur dipasang rak gantung yang ringan namun kokoh. Kasur yang digelar di atas lantai—tanpa menggunakan tempat tidur—akan mengurangi kesan sesak.
Salah satu dinding di ruang keluarga bisa dipenuhi rak gantung yang menempel tembok. Demikian pula untuk dapur. Untuk lemari dan rak gantung bisa dibuat menyatu dengan bangunan, dan bukan perabot yang bisa digeser atau dipindah. Dengan pemanfaatan seperti ini bisa mengurangi perkakas yang pada umumnya akan memakan ruangan akibatnya membuat ruangan terasa lebih sempit.
Selain bersiasat dengan efek pandangan menggunakan sekat atau jendela tembus pandang, pemanfaatan celah-celah ruangan sebagai tempat penyimpanan barang, memindahkan ruang tamu ke luar rumah, cara lain yang banyak disarankan dalah pewarnaan tembok rumah. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa warna-warna terang yang teduh seperti putih dengan berbagai nuansanya (broken white, ash-white, putih sedikit kebiruan, putih sedikit bernuansa gading, putih sedikit bernuansa pink atau hijau) akan membuat pandangan lebih lega dan akibatnya ruangan terasa lebih luas.
Pemilihan warna yang memberi efek luas tidak saja disarankan untuk warna bangunan saja. Warna perabot yang senada dengan warna bangunan akan juga membuat ruangan lebih nyaman dipandang. Aksen warna-warni yang terlalu kuat dan terkesan riuh rendah tidak disarankan untuk ruang sempit karena efeknya bisa membuat ruangan menjadi lebih sesak.
Nusya Kuswantin, Pemerhati Masalah Perumahan
sumber: http://www.kompas.co.id
Add a comment Desember 22, 2007